Thursday, March 2, 2017

ANTARA CITA-CITA DAN CINTA (BAGIAN KE SEPULUH)

Sepulang sekolah ahkam langsung mengajak jalan qeela. kali ini ahkam tidak ingin membuang waktu lagi, setiap detik sangat berharga baginya, mengingat ketika sampai rumah passti akan ditagi sama kedua orang tuanya. ahkam tidak ingin terlihat pengejut oleh ayah dan ibunya. siang itu ahkam mengajak qeela jalan-jalan, dalam perjalanan mereka sempatkan mampir di sebut distro untuk membelikan pakaian ganti sederhana untuk mereka kenakan. dalam perjalanan mereka merasa kaku bagai belum kenal satu sama lain. 

Setelah membeli pakaian ganti seadanya mereka kemudian melanjukan perjalan kesebuah restoran sederhana untuk mamakn siang. zanit siang ini tidak bersama mereka karena zanit membawa kendaraan sendiri sementara qeela berangkat kesekolah dijemput ahkam karena memang tidak memiliki kendaraan sendriri. ibu qeelapun sudah diberitahu akan kemana mereka berdua pergi siang ini.

Setelah makan, kemudian mereka berdua ketaman kota yang mempunyai suasana yang indah asri dan sejuk. pada kesempatan itu dengan hati yang berguncang hebat ahkam menyampaikan isi hatinya pada qeela. walau perasaan ahkam telah disampaikan sebelumnya namun qeela masih terasa seakan hatinya di seruduk oleh banteng yang sangat besar dan kuat sehingga hatinya berdetak begitu hebat. qeela tidak dapat lagi menahan hatinya untuk lebih lama, dan kemudian menerima persaan ahkam dengan komitmen yang pernah mereka sepakati yakni mengenai harapan, impian dan cita-cita qeela.

Sejak hari itu, hari-hari mereka berdua selalu dipenuhi dengan kebahagian, tiada hari yang mereka lalui tanpa kesan bagi mereka, hubungan persahabatn mereka juga semakin baik tidak ada rasa saling iri di antara mereka bertiga. zanit paham kedua sahabatnya bagitu juga dengan qeela dan ahkam sangat paham terhadap zanit. adakala mereka berdua memposisikan diri sebagai sahabat adakalanya juga posisikan sebagai pasangan kekasih. mereka berdua tidak ingin zanit merasa terganggu dengan hubungan mereka.

Selayaknya anak remaja yang baru mengenal cinta, ingin selalu bersama dan menjalin kasih bersama pasangan, namun mereka lebih dewasa mengenal cinta terutama orang tua mereka selalu berpesan agar dahulukan sekolah daripada hubungan kasih. sehingga hari-hari mereka lalui dengna perencanaan yang baik. ada waktu bersama dalam cinta dan ada waktunya bersama dalam study. mereka terlihat bahagia menjalani kasih namun dalam sisi yang lain prestasi mereka di sekolah tetep mejadi yang terbaik.





Tiada kisah seindah kisah kasih mereka,  kisah kasih penuh cinta itu tetap dibatasi oleh norma-norma yang ada sehingga mereka tidak terjerumus oleh ikatan cinta yang melampaui batas. mereka tahu batas-batasan syari yang harus mereka jaga. saling menegur dikala keliru dan saling mengingatkan dikala lupa. 

Sampai mereka menempuh ulangan demi ulagan hingga selesai ujian nasional prestasi dan persahabatan mereka tetap terjaga dengan baik. mereka tetap rukun, selalu belajar bersama dalam menghadapi ujian nasional. hari ini adalah hari terakhir ujian nasional. 

Sebulan sebelum memasuki ujian nasional, ayah ahkam jatuh sakit dan harus dilarikan kerumah sakit, hasil pemeriksaan dokter sangat mengejutkan beliau difonis hanya mampu bertahan hidup hingga 10 bulan ke depan. hal ini sangat mengejutkan. namun mengingat anak mereka akan menempuh ujian dalam waktu sebulan kedepan sehingga orang tua ahkam tidak ingin anak mereka kehilangan konsentrasi belajar. akhirnya fonis dokter tersebut hanya mereka yang tahu. 

Harapan terakhir sang ayah adalah ingin menikahkan sang anak. ayah ahkam selalu menyampaikan hal ini kepad ibu  ahkam, namun mereka selalu menahan diri untuk membiarkan anak mereka lalui ujian sekolah dengan baik. mereka sepakat agar hal ini akan disampikan kepada ahkam saat ahkam selesai menempuh ujian sekolah.

Hingga hari itu datang, hari ini adalah hari terakhir ahkan menempuh ujian sekolah. keinginan untuk menyampaikan harapan sang ayah tidak dapat tertahan lagi. akhirnya sang ibu menyampaikan harapan ayah ahkam untuk segera menikahkan ahkam. 

Ahkam terkejut, ahkam tidak dapat berkata apa-apa hanya bisa menatap kedua orang tuanya dengan hati yang kosong. dia teringat qeela. teringat komitmen dan cita-cita kekasihnya yang begitu tinggi dia tidak bisa menerima semua ini. namun dia juga tidak mau mengecewakan kedua orang tuanya yang sanga dicintainya itu. ahkam hanya terdiam dan berusaha untuk memahami apa yang baru saja terjadi dan apa yang harus iya lakukan....




No comments:

Post a Comment

Sampaikan Komentar Anda