Thursday, March 6, 2014

Kutipan Dongen Indonesia






Kisah Semut Dan Kepompong

Dikisahkan ada sebuah hutan yang sangat lebat, tinggallah disana bermacam-macam hewan, mulai dari semut, gajah, harimau, badak, burung dan sebagainya. Pada suatu hari datanglah badai yang sangat dahsyat. Badai itu datang seketika sehingga membuat panik seluruh hewan penghuni hutan itu. Semua hewan panik dan berlari ketakutan menghindari badai yang datang tersebut.

Keesokan harinya, matahari muncul dengan sangat hangatnya dan kicauan burung terdengar dengan merdunya, namun apa yang terjadi? banyak pohon di hutan tersebut tumbang berserakan sehingga membuat hutan tersebut menjadi hutan yang berantakan.

Seekor Kepompong sedang menangis dan bersedih akan apa yang telah terjadi di sebuah pohon yang sudah tumbang. "Hu..huu...betapa sedihnya kita, diterjang badai tapi tak ada tempat satupun yang aman untuk berlindung..huhu.." sedih sang Kepompong meratapi keadaan.

Dari balik tanah, muncullah seekor semut yang dengan sombongnya berkata "Hai kepompong, lihatlah aku, aku terlindungi dari badai kemarin, tidak seperti kau yang ada diatas tanah, lihat tubuhmu, kau hanya menempel di pohon yang tumbang dan tidak bisa berlindung dari badai" kata sang Semut dengan sombongnya.

Si Semut semakin sombong dan terus berkata demikian kepada semua hewan yang ada di hutan tersebut, sampai pada suatu hari si Semut berjalan diatas lumpur hidup. Si Semut tidak tahu kalau ia berjalan diatas lumpur hidup yang bisa menelan dan menariknya kedalam lumpur tersebut.

"Tolong...tolong....aku terjebak di lumpur hidup..tolong", teriak si semut. Lalu terdengar suara dari atas, "Kayaknya kamu lagi sedang kesulitan ya, semut?" si Semut menengok ke atas mencari sumber suara tadi, ternyata suara tadi berasal dari seekor kupu-kupu yang sedang terbang diatas lumpur hidup tadi.
"Siapa kau?" tanya si Semut galau. "Aku adalah kepompong yang waktu itu kau hina" jawab si Kupu-kupu. Semut merasa malu sekali dan meminta bantuan si Kupu-kupu untuk menolong dia dari lumpur yang menghisapnya. "Tolong aku kupu-kupu, aku minta maaf waktu itu aku sangat sombong sekali bisa bertahan dari badai cuma hanya karena aku berlindung dibawah tanah". Si kupu-kupu akhirnya menolong si Semut dan semutpun selamat serta berjanji ia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di hutan tersebut.

Nah, hikmah yang bisa kita tarik dari dongeng diatas adalah, kita harus menyayangi dan menghormati semua makhluk ciptaan Tuhan. Intinya semua ciptaan Tuhan harus kita kasihi dan tidak boleh kita menghina makhluk yang lain. Oke sampai disini dulu dongeng anak indonesia, sampai berjumpa di dongeng anak indonesia berikutnya. Salam :)






Kisah Tikus Dan Buaya

Ada seekor buaya yang sangat sombong, karena dia merasa paling kuat, paling besar serta paling ganas jika sedang berada dekat sungai. Semua musuh-musuhnya sangat takut jika berada di dekat sungai. Dikisahkan juga seekor tikus yang sedang mencari makan di dekat sungai. Karena tikus mengandalkan mulutnya untuk mencari makan, sampai-sampai ia tidak tahu kalau berada dekat buaya yang sedang beristirahat di pinggir sungai.

"Hei...berani sekali engkau mendekati aku yang sedang tidur siang!", hardik sang Buaya kepada si Tikus. Si Tikus sangat kaget sekali ketika bertabrakan dengan moncong buaya yang sangat menyeramkan itu.

"Oh...mohon maaf tuan Buaya, aku tidak tahu kalau aku menabrak dirimu yang sedang istrirahat", si Tikus sangat takut dan tubuhnya menggigil karena saking takutnya.
"Apakah kau tidak tahu, kalau aku adalah makhluk yang paling menakutkan disini? ha..!, kembali sang Buaya menakuti si tikus. "Maafkan hamba tuan Buaya, Hamba akan pergi dari sini, jangan kau makan diri hamba yang sangat kecil ini", pinta si Tikus kepada Buaya.

"Hahahahaahahaha.....", sang Buaya tertawa terpingkal-pingkal mendengar perkataan si Tikus. "Memakanmu...?, mana bisa aku memakanmu?, tubuh mu sangat kecil dan tidak bisa membuatku kenyang. Ketahuilah aku adalah makhluk yang paling ganas dan tidak butuh pertolongan siapapun, karena aku makhluk yang paling besar dan mempunyai gigi-gigi yang tajam, makananku semuanya besar-besar dan sekali gigit langsung kutelan hidup-hidup, mengerti kau tikus?". Kali ini buaya mempertegas keberadaan posisinya dihadapan si Tikus.

"Baiklah aku akan pergi, tapi sebelum pergi perkenankan aku untuk menolongmu dan melayanimu wahai tuan Buaya" pinta si Tikus kepada sang Buaya. Kembali sang Buaya tertawa terpingkal-pingkal mendengar perkataan si Tikus yang ingin melayani sang Buaya akibat perbuatannya. "Hahaha...tikus kau bisa apa?, mencari makan saja kau tidak becus, sudah sana pergi, aku tidak butuh bantuanmu, cepat pergi sebelum aku berubah pikiran dan memakanmu..!"

Si Tikus kemudian lari terbirit-birit meninggalkan buaya yang mulai marah kepadanya. Setelah berlari jauh si tikus kemudian merasa lelah dan mencoba beristirahat dekat sebuah pohon. Tak lama kemudian dia mendengar suara seperti meminta pertolongan dari arah sungai.

Ia mencoba mendekati suara itu, ternyata si Buaya sedang terperangkap oleh jala yang dipasang oleh pemburu, si Tikus langsung menolong buaya dengan menggerogoti jala itu dan akhirnya si Buaya pun terlepas dari perangkap jala tadi.Sang Buaya mengucapkan terima kasih dan meminta maaf kepada si Tikus, walau tubuhnya kecil, ternyata si Tikus bisa menolong sang Buaya keluar dari jala perangkap pemburu yang ingin menangkapnya.
"Terima kasih ya Tikus, kau sangat berjasa sekali menolong aku keluar dari jala si pemburu itu, entah bagaimana kalau tidak ada kamu, aku mungkin sekarang sudah dibawa oleh pemburu-pemburu itu", sang Buaya akhirnya berterima kasih kepada si Tikus yang telah membantunya meloloskan diri dari perangkap pemburu.

Hikmah yang bisa diambil dari dongeng anak kali ini adalah agar kita selalu menghormati dan saling menolong kepada sesama makhluk lainnya dan tidak boleh sombong karena kita memiliki kelebihan dari makhluk lainnya. Karena Tuhan Maha Adil kepada semua ciptaan-Nya.

 

 

Kisah Pangeran Dan Apel Ajaib


Di sebuah kerajaan yang nan megah dan sangat indah, hiduplah seorang pangeran yang sangat tampan dan bersahaja. Si pangeran adalah putra seorang raja yang sangat arif dan bijaksana dalam memerintah rakyatnya.
Pada suatu hari si Pangeran meminta ijin kepada ayahanda-nya untuk berburu rusa di hutan yang berada di pinggir wilayah kerajaan. Sang raja mengizinkan putranya sang pangeran untuk berburu rusa ditemani oleh beberapa pengawal kerajaan, namun sang pangeran menolak untuk ditemani dengan alasan ia ingin menjadi seorang pemburu yang mandiri. Akhirnya berangkatlah sang pangeran ke dalam hutan yang berada di sebelah utara kerajaan tersebut.
Sesampainya di sana sang pangeran berhenti sejenak untuk melepaskan lelah setelah perjalanan yang panjang dari istana ke hutan tersebut.

"Hmm...udara yang segar ini membuat aku menjadi ingin tertidur sejenak di bawah pohon itu.." gumam sang pangeran, ia merasa sangat letih dan terbaring sejenak di bawah sebuah pohon apel yang sangat rindang daunnya. Angin semilir dan bertiup sangat pelan sehingga membuat sang pangeran akhirnya tertidur pulas.  Dalam tidurnya sang pangeran bermimpi bertemu dengan seorang peri yang baik hati. Di dalam mimpinya peri tersebut memberitahukan bahwa di dalam hutan jangan berbuat gegabah atau melakukan hal yang terlarang seperti merusak tanaman, menebang pohon dan mengganggu hewan yang ada di hutan tersebut.

Seketika sang pangeran terbangun dari mimpi pendeknya tersebut, "Ahh..ternyata aku mimpi karena sangat lelahnya.." keluh sang pangeran. Sejenak pangeran memperhatikan pohon tempat ia beristirahat, "Ow.. buah apel yang sangat ranum sekali, membuatku ingin memetikmu...", tak tahan menahan rasa lapar, si pangeran memetik buah apel untuk bekalnya.

Sang pangeran kemudian melanjutkan perjalanannya masuk kedalam hutan untuk berburu rusa. Ditengah perjalanan pangeran bertemu dengan seekor ular raksasa dan sangat terpaksa karena pesan peri tadi di mimpinya, si pangeran melarikan diri untuk menyelamatkan diri. Tak Lama kemudian dia pun berjumpa dengan seekor laba-laba raksasa dan sang pangeran akhirnya bisa selamat kembali dan terus masuk kedalam hutan tersebut.Sesampainya di tempat rusa sering muncul, ia tidak menemukan satu ekorpun rusa untuk diburu.

Akhirnya dengan sangat kesal ia kembali pulang menuju istana tanpa membawa hasil buruannya. Namun aneh yang dirasakan sang pangeran, ia merasa tersesat di dalam hutan itu, sepertinya ia hanya berkeliling dalam hutan tanpa menemukan jalan keluar dari hutan itu. Akhirnya ia beristirahat sejenak dan haripun mulai gelap.

Rasa lapar yang tak tertahankan, membuat pangeran mengeluarkan apel yang ia petik tadi, namun seketika apel tadi berubah menjadi peri yang muncul di dalam mimpi pangeran. "Wahai pangeran tampan...apakah engkau lupa akan pesanku?". Sang pangeran sangat terkejut sekali melihat apel yang ia ingin makan berubah menjadi seorang peri.
"Oh...maafkan aku peri, pantas aku dari tadi bertemu dengan makhluk-makhluk yang sangat aneh dan tidak menemukan satupun rusa"."Ingatlah pesan ku, jangan kau rusak hutan ini sampai kelak kau menjadi penguasa di kerajaanmu", pesan sang peri kepada pangeran. Akhirnya peri menghilang dan sang pangeran menemukan jalan pulang kembali ke kerajaan.

Hikmah yang bisa diambil dari dongeng anak kali ini adalah janganlah kita merusak alam dengan cara membakar, menebang pohon di hutan sampai gundul yang pada akhirnya akan merugikan kita sampai anak cucu kita. Semoga dongeng ini bisa menginspirasi kita semua untuk terus menjaga dan melestarikan hutan di indonesia.

No comments:

Post a Comment

Sampaikan Komentar Anda