Monday, February 17, 2014

Terbentuknya Kampung Katapang par - 1

Terbentuknya Kampung Katapang (part 1)

            Tahun 1852 katapang mulai berdiri yang diawali oleh empat orang perantau asal Pulau Buton, mereka berempat berlayar dari pulau buton dengan menggunakan perahu kora-kora yang biasa digunakan masyarakat pada zaman itu. Dibawah kepemimpinan Lantabi dan La Ode Ito, pelayaran mereka sampai di kepulauan Maluku dan singgah di Pulau Seram pada daerah huamual belakang tepatnya daerah sekitar Waisala. Setelah beberapa bulan menetap di daerah itu, suatu malam Lantabi bermimpi kalau beliau beserta ketiga rekannya diantar mengelilingi pulau seram dilengkapi dengan kain putih dan tempat siri yang ditaruh diatas kepala seorang perempuan dan dialasi loyang (baki), mereka diantar melewati sebuah tanjung (tanjung sial) dan berhenti pada suatu tempat dimana tempat itu tepat berada dibawah sebuah pohon. Beliau sendiri tidak mengetahui pohon apa yang menjadi tempat berhenti mereka namun suasana sekeliling lokasi tempat mereka diberhentikan masih terbayang jelas dalam pikirannya karena ada sebuah bukit kecil arah barat pohon tersebut yang sangat khas dalam pandangannya.
Karena masih meragukan apa yang dimimpinya semalam, membuat Lantabi tidak langsung menceriterakan kejadian itu pada tiga orang rekannya karena khawatir mereka tidak percaya. Suasana dikemudian hari biasa-biasa saja antara keempat orang tersebut namun dalam benak Lantabi masih menyimpan sebuah pertanyaan tentang mimpinya di malam itu. Beberapa hari kemudian saat tertidur Lantabi bermimpi beliau dan ketiga orang rekan beliau diantar dengan kain putih dan sebuah tempat siri keliling pulau sampai melewati sebuah tanjung dan berhenti pada suatu daerah/tempat sama persis dengan kejadian atau mimpi yang pernah dia alami beberapa hari lalu.
Keesokan harinya Lantabi berpikir akan mimpinya kemudian mengambil sebuah keputusan untuk bercerita pada ketiga orang rekannya tentang mimpinya itu. Di hari itu juga Lantabi memanggil tiga orang rekannya dan berceritera perihal kejadian mimpi yang dialaminya. Mereka bertiga antara lain La Ode Ito dan dua orang rekan yang namanya sampai sekarang tidak diketahui karena keturunannya di Desa Katapang tidak ada karena mereka meninggalkan Desa katapang sebelum mempunyai keturunan. Kemudian Lantabi menceriterakan kejadian mimpinya itu kepeda ketiga orang rekannya dan ketiga orang rekannya tersebut meresponi apa yang baru saja diceriterakan rekan mereka tersebut. Mereka pada awalnya tidak mempercayai apa yang diceriterakan itu namun karena mimpi itu sudah dialami lebih dari sekali dan sama kejadiaanya barulah mereka percaya dan sama-sama sepakat untuk mencari tempat yang muncul dalam mimpi rekan mereka itu. Peristiwa ini sama halnya dengan kehidupan manusia tempo dulu yang selalu berpindah-pindah tempat tinggal untuk mencari sebuah tempat yang lebih aman.
Setelah mendengar ceritera tersebut dan sepakat untuk sama-sama mencari lokasi dimana tempat mereka dibawah, kemudian mereka merencanakan perjalanan dengan membuat perbekalan seadanya untuk menemani perjalanan mereka. Dalam perjalanan setelah melewati tanjung sial ada beberapa tempat yang mereka singgahi dan berfikir sebagai tempat dimana mereka diantar namun kondisi sekelilingnya berbeda dengan yang terlihat dalam mimpi Lantabi. Karena tempat yang disinggahi bukanlah tempat yang mereka cari akhirnya merekapun melanjutkan perjalanan. Sampai di daerah Desa Luhu yang waktu itu belum ada pemukiman di daerah pantai mereka berhenti lagi dan bertanya kepada Lantabi tentang lokasi yang ada dalam mimpinya, namun Lantabi mengatakan bahwa daerah ini belum terlalu sama persis dengan apa yang terlihat dalam mimpinya.
Tidak terasa mereka telah menempuh perjalanan selama sehari semalam (satu malam dua siang), ada rasa putus asa dari dalam diri Lantabi sehingga beliau meminta kepada tiga orang rekannya untuk membatalkan perjalanan mereka kerena berfikir bahwa mungkin itu hanya sebuah mimpi yang tidak mungkin terjadi di alam nyata. Setelah disampaikan maksud hatinya kepada rekan-rekan beliau perihal keputusasaan beliau, ketiga rekannya malah memberikan semangat agar beliau tidak putus asa. (bersambung)......

BACA JUGA :
            3. Sejarah Part - 3

No comments:

Post a Comment

Sampaikan Komentar Anda