Friday, December 11, 2015

CERITA LUCU (Pisang, Susu)

Ini cerita dari sodara oti..
Ada dua orang anak muda sebut saja edo dan edi. suatu saat mereka berjalan di pantai. biar punya sensasi dan tantangan si edo ngajak edi untuk taruhan
edo   :  Edi kita taruhan yu
edi    :  Taruhan.. oleh tapi taruhan apa ni..
edo   :  Taruhan pegang susu ibu..
edi    :  wah ngaco kamu.. obat lu abis ya..
edo   :  gimana brani ngga..
edi    :  kamu serius taruhannya gitu..
edo   :  emang kenapa, kamu takut ya
edi    :  ( edi ngga percaya kalo edo serius dengan taruhannay) oke... siapa takut kepala botak






edo   :  sekali pegang susu di bayar Rp. 5000
edi    :  wah Rp. 5000 lebih gede resikonya tu..
edo  :  ok.. Rp. 10.000 aja ok..
edi   :  sip lah..
Setelah sepakat dengan taruhan dari edo, mereka berdua pun berjalan lagi menyusuri pantai. mungkin kerena hari lubur jadi pantai saat itu memang ramai. selang beberpa menit mereka berjalan. mereka berdua melihat ada seorang ibu muda yang sedang menyusui ananknya. edopun berkata kepada edi.
edo  : nah ini giliran saya
edi   : wah curang. suit dulu dong..
edo  :  kan saya yang liat duluan.
edi   :  oke deh kamu duluan
edo  :  siapkan Rp 10.000 untuk edo..
edi  : eh enak aja.. pegang dulu baru saya kasi kan begitu perjanjiannya
edo  :  iya siapkan aja.. kamu ngga liat disana ada apa..
edi  :  ok..
edo pun meninggalkan edi dan berjalan menuju seorang ibu muda yang sedang menyusui anaknya. berlagak seperti tidak ada rencana jelek edo berjalan mendekati ibumuda itu dengan gaya yang meyakinkan. edo semakin mendekat dan merasa tertantang. ketika mendekat tanpa banyak basa basi dan mikir panjang edo kemudian memegang susu (payudara) ibu muda itu sambil berteriak "sepuluh ribu". ibu muda itu pun terkejut dan berteriak serta nyumpahin si edo. suami ibu muda ternyata seorang tentara yang pergi sebentar mencari minuman. mendengar istrinya berteriak dan ada seorang anak muda yang melarikan diri suami sang ibu muda kemudian mengejar edo. edo lari sekencang-kencangnya sampai beberapa kali ia terjatuh. namun nasib baik ada di edo suami ibu mudah itu tidak berhasil mengejarnya. edo terengah-engah datang menghampiri edi. melihat edo yang kewalahan edi tertawa sejadi-jadinya. edi mambayakngkan giman kalu suami ibu tadi berhasil mengejar edo.. pasti edo babak belur dibuatnya.
edi   : kamu si do istri tentara kamu gituin.
edo  : ah sudalah siapa tahu di aitu istri tentara
edi  : makanya liat-liat dulu
edo  : sudahlan mana Rp. 10.000 nya..
edi  :  ok bung.. ini sambil memberikan uang Rp 10.000 kepada edo.
Mereka kemudian melanjutnkan perjalana. beberapa menit berjalan mereka berdua melihat seorang ibu muda yang sedang membujuk anaknya. anak ibu muda itu menangis dan tidak bisa dibujuk oleh ibuny. dari kejauhan edo dan edi melihat ibu muda itu sesekali memberikan pisang kepada bayinya dan sesekali memberikan asi kepada bayinya namun si bayi tidak mau berhenti menangis. di tetap saja menangis. melihat kejadian itu ei berkata kepada edo..
 edi   :  do.. kali ini giliran aku..



edo  :  ok.. semoga saja kamu bisa ambil kembali Rp. 10.000 kamu yang sudah aku miliki
edi   : oke.. kamu tolong hitung ya..
edi kemudian mendekati ibu mudah yang tengah membujuk anaknya.
edi   :  kanapa bu..
ibu   :  ngga tau ni bang. ini anak dari tadi maunya nangis aja ga mau diem
edi  :  ibu ibu apain sampai ngga mau diam kaya gini.
ibu  :  ngga tau saya kasi pisang di nangis.. trus saya kasi susu (mimi) dijuga nangin
edi  :  berteriak "hitung" (memberikan isyarat kepada edo)
ibu  :  kenapa bang, hitung apa ya..
edi  :  ngga bu.. iya gini bu.. menurut buku yang saya baca. anak kecil kalo lagi nangis itu herus diberi
         makanan yang iya suka aja.
ibu  :  iya uda saya kasi
edi  : ibu tadi kasinya salah. ibu kalau kasi dia susu (sambil memegang susu si ibu) ya susu (sambil pegang
         susu si ibu kembali) kalau ibu kasi pisang (sambil pegang pisang ditangan siibu) ya pisang (sambil
         pegang pisang)
setiap si edi berkata susu dia pegang susu (payudara siibu) dan setiap dia berkata pisang dijuga memegang pisang di tangan siibu. dari pecakapan di atas dia telah dua kali memagang susu (payudara siibu) edo yang melihat dari jauh kemudian menghitung Rp. 20.000. kemudian siedi berulah lagi.
edi   :  kalo ibu berikan si anak susu kemudian pisang, kemudian susu, kemudian pisang pasti anak akan
          menangis
edo  :  mati aku sudah empat kali si edi pegang susu ibu itu  berarti suda Rp. 40.000
edi   : jadi menurut buku yang saya baca. kalau ibu kasi susu, susu, pisang, pisang, jangan pisang, susu,
          pisang, susu, karena kalau kasi pisang, susu, pisang, susu akan ibu pasti nangis, tapi kalu ibu kasi
          susu, susu, atau pisang-pisang berarti anak ibu ngga akan nangis.
edo  :  berteriak "mampus" sudah 12  kali si edi pegang susu ibu iu berarti suda Rp. 120.000
edi   :  ibu sudah paham kan
ibu   :  iya bang
edi   : jang lupa ya bu.. kalau ibu kasi susu, susu, pisang, pisang jangan pisang, susu, pisang, susu karena
         kalau ibu kasi pisang, susu, pisang, susu, anak ibu akan nangis terus..
edo  :  mati aku.. sudah 18 kali Rp. 180.000. stop, edi stop  aku tidak bisa bayar lagi
edi   :  ibu skali lagi saya ingatkan ya.. kalu ibu kasi pisang, pisang, pisang, pisamg, pisamg ,pisang, pisang
          tapi kalu ibu kasi susu, susu, susu, susu, susu, susu, susu, susu
edo  :  edi cukuuuup, stoooooop..
           suda 26 kali jadi Rp. 260.0000..
edi kemudian meninggalkan ibu mudah itu dan kembali kepada edi. anak ibu itu sudah tidak menangis lagi. ibu muda yang merasa senang anaknya tidak nangis lagi, mengucapkan terima kasih kepada edi. edi kemudian mengahampiri sahabatnya edo untuk mengamil hasil taruhannya.
edi   :  do gimana.. brapa kali tadi kalo saya ngga salah ngitung 30 kali tadi ya saya pegang susu ibu itu.
edo  :  ah enak aja 26 kali aja.. saya ngitung
edi   :  oke.. trus mana duitunya..
edo  :  lu gila masa gua harus bayar sebanyak itu..
edi   :  lalu maunya gimana, wah mau curang ni..
edo  :  ni.. ado mengeluarkan duit Rp. 100.000 lalu berikan kepada si edi
edi   :  nah gitu dong. itu namanya taruhan..

Demikian ceritanya.. moge terhibur.