Wednesday, November 25, 2015

Ringkasan Hasil Penelitian Pertumbuhan dan Perkembangan Bungan dan Buah Pala




UNIVERSITAS DARUSSALAM AMBON
FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

RINGKASAN HASIL PENELITIAN
Judul               : Pertumbuhan   Dan    Perkembangan   Bunga   Dan  Buah Tanaman Pala (Myristica Fragrans Houtt) Di Kecamatan Amahai
Nama               : Ros La Gamba
NPM               : …………..
Prodi               : Agroteknologi
Pembimbing    : 1. Ir. Suman Sangadji, MSi
: 2. Louisa S. Manuhutu, SP. MSi
Hari/tanggal    : 
Tempat                  : Ruang Kuliah Pertanian
 


I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Tanaman pala (Myristica fragrans Houtt) ialah tanaman asli Indonesia yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Tanaman pala merupakan tumbuhan berbatang sedang yang tumbuh di daerah tropis, beriklim lembab dan panas, serta memiliki daun berbentuk bulat telur atau lonjong yang selalu hijau sepanjang tahun. Di Indonesia penghasil utama pala berasal dari wilayah Maluku, Sulawesi Utara, Maluku utara, Sumatra Barat, Aceh, jawa Barat, dan Papua.
Pala (Myristica Fragan Houtt) merupakan tanaman buah berupa pohon tinggi asli Indonesia, karena tanaman ini berasal dari Banda dan Maluku. Tanaman pala menyebar ke Pulau Jawa, pada saat perjalanan Marcopollo ke Tiongkok yang melewati pulau Jawa pada tahun 1271 sampai 1295 pembudidayaan tanaman pala terus meluas sampai Sumatera dan sekarang sudah menyebar ke daerah-daerah lain Indonesia, bahkan sampai di Granada, Amerika Tengah dan lain-lain. Jenis ini sampai sekarang masih merupakan jenis yang unggul utama di Indonesia, tumbuh baik di daerah pegunungan dengan ketinggian kurang dari 700 meter dari permukaan laut. Jenis ini membentuk pohon yang tingginya lebih dari 18 meter dan berdiameter 30-45 cm (Ditjen Perkebunan, 2006).
Tanaman ini merupakan tanaman keras yang dapat berumur panjang hingga lebih dari 100 tahun. Tanaman pala tumbuh dengan baik di daerah tropis, selain di Indonesia terdapat pula di Amerika, Asia dan Afrika.  Pala termasuk famili Myristicaceae yang terdiri atas 15 genus (marga) dan  250 species (jenis). Dari 15 marga tersebut 5 marga di antaranya berada di daerah tropis Amerika, 6 marga di tropis Afrika dan 4 marga di tropis Asia (Rismunandar 1990).
Tanaman pala dapat dideskripsikan sebagai pohon yang berpenampilan indah dengan tinggi 10-20 meter, menjulang tinggi ke atas dan ke pinggir, mahkota pohonnya meruncing, berbentuk kerucut, lonjong dan bulat dengan percabangan relatif teratur. Daun pala berwarna hijau mengkilap dan gelap, panjang 5-14 cm, lebar 3-7 cm dan panjang tangkai daun 0,4-1,5 cm. Buahnya bulat sampai lonjong, berwarna hijau kekuningan, apabila masak akan berbelah dua dengan diameter 3-9 cm. Daging buahnya tebal dan asam. Biji berbentuk bulat sampai lonjong dengan panjang 1,5-4,5 cm dan lebar 1-2,5 cm. Warna bijinya coklat sedangkan kernel bijinya berwarna keputihan. Fulinya merah gelap dan ada pula yang putih kekuningan dan membungkus biji menyerupai jala. Kulitnya mengandung minyak atsiri, tetapi dapat juga diusahakan dari daun (Hadad, 2001).
Pohon pala menghasilkan buah sepanjang tahun. Untuk berkembang mulai bunga menjadi buah masak diperlukan waktu 6-7 bulan. Panen buah pada permulaan musim hujan memberikan hasil paling baik dengan bunga pala yang paling tebal. Tujuan utama pengusahaan tanaman pala adalah untuk memperoleh biji pala dan fuli. Bagian yang terpenting dari biji pala adalah kandungan minyak eteris dengan berat 2-15 persen dan lemak 30-40 persen, sedangkan untuk fuli 7-8 persen minyak eteris dan lemak 20-30 persen (Hadad, 2001).

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka bermaksud melakukan penelitian tentang  Pertumbuhan   Dan    Perkembangan   Bunga   Dan  Buah Tanaman Pala (Myristica Fragrans Houtt) Di Kecamatan Amahai


1.2 Perumusan Masalah

Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah:
1.      Bagaimana proses pertumbuhan dan perkembngan bunga dan buah pala (Myristica fragrans Houtt) dari mulai berbunga sampai panen di Kecamatan  Amahai?
2.      Bagaimana kurva pertumbuhan buah pala hingga umur 4-6 bulan?
3.      Kapan waktu berbunga dan panen pala di Kecamatan Amahai?


1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk:
1.      Mengkaji pertumbuhan dan perkembangan bunga dan buah pala di kecamatan Amahai.
2.      Mengetahui waktu berbunga, berbuah dan panen pala di Kecamatan Amahai.
3.      Membuat kurva pertubuhan buah pala di Kecamatan Amahai.


1.4 Manfaat Penelitian


Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, antara lain:
1.      Menjadi bahan informasi terkait pertumbuhan dan perkembngan bunga dan buah pala di Maluku Tengah, khususnya Kecamatan Amahai.
2.      Menjadi bahan informasi bagi petani pala pada pertumbuhan bunga dan buah pala sehingga panen pala umur dini dapat di kurangi.
3.      Menambah wawasan tentang pertumbuhan serta perkembangan bunga dan buah pala dan menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya.

III.   METODE PENELITIAN
3.1. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih 6 (enam) bulan dan mulai dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2014 dengan mengambil lokasi penelitian di Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah..

3.2.  Alat dan Bahan
-          Peralatan yang digunakan dalam penelitian adalah jangka sorong TRICLE BRAND, altimeter, kamera, piloks, alat tulis, gunting, parmanent marker.
-          Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah pala, gelas plastik bekas, notes, tali senar.

3.3. Metode Penelitian
Tanaman pala dipilih 10 pohon secara acak, dengan memperhatikan kesehatan pohon, tajuk sempurna dan tidak terserang hama dan penyakit. Dari 10 pohon yang dijadikan sampel akan di tandai 1 sampai 10. Setiap pohon akan diambil 10 buah secara acak untuk pengamatan buah.


3.2. Variabel pengamatan
Variabel pengamatan dalam penelitian ini berupa:
a.      Bunga, waktu pembentukan bunga.
b.     Lama waktu pembungaan.
c.         Pertumbuhan buah, akan diukur diameter buah sejak umur 6-8 minggu, 6 bulan hingga 8 bulan dengan cara pengukuran menggunakan jangka sorong.
d.     Perkembangan buah, dengan mengamati perubahan warna.
e.      Waktu panen, dengan membandingkan hasil penelitian dan hasil wawancara petani.

3.4. Analisis Data
Data hasil pengamatan akan ditabulasi serta dianalisis pertumbuhan dan perkembangan bunga maupun buah. Untuk pertumbuhan buah, berupa diameter dibuat kurva pertumbuhan, disamping itu akan dianalisis model pertumbuhan buah pala dengan menggunakan analisis regresi. Sedangkan untuk kualitas biji akan digunakan analisis statistik deskriptif.


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Waktu Pembentukan Bunga
Berdasarkan hasil penelitian, pembentukan bunga yang terjadi di desa Hila biasanya pada bulan Maret-April dan pada bulan Desember-Januari serta September. Pembentukan bunga terbanyak terjadi pada bulan Maret-April. Terbentuknya bakal bunga pala dapat dilihat pada Gambar 3.


 




Gambar 1. bunga pala



B.    Lama Waktu Pembungaan
Proses pembungaan terjadi ketika pucuk bunga mulai jalan hingga mekar dan selanjutnya pembungaan selesai pada saat bunga selesai mekar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu proses pembungaan dari saat terlihat bakal bunga (primordia) hingga mekar yaitu 49-56 hari. Sedangkan dari selesai bunga mekar menjadi buah membutuhkan waktu kurang lebih 6-13 hari. Proses pembungaan dapat dilihat pada Gambar 4.



 


 




Gambar 2 Awal pembentukan bunga (a), bunga mekar (b), dan selesai mekar (c).



C. Pertumbuhan dan Strata Buah


Dari hasil pengamatan terlihat bahwa pada setiap pohon pala terdapat buah pala dengan beberapa ukun buah (strata).  Ini disebabkan dalam setahun terjadi pembungaan dan pembuahan sebanyak tiga kali, dan pertumbuhan dan perkembangan  buah hingga panen yang cukup lama.  Variabel pertumbuhan buah diambil 10 buah untuk masing-masing pohon dan pada setiap strata buah. Strata buah dan strata biji disajikan pada gambar 3.


 











Gambar 3. Strata buah

Berdasarkan ukuran diameter buah saat pengukuran, maka buah dibagi menjadi tiga strata, yaitu strata I (17,6-46,4 mm), strata II (43-47,5 mm) dan strata III (44,8-48,4 mm) dan juga dilihat secara fisik dari warna buah (Gambar 5) yang berbeda, yaitu buah kecil (warna hijau muda), buah sedang )warna hijau hingga kekuning muda, dan buah besar (warna kuning tua). Dari prosentasi ukuran buah kecil terhadap buah sedang dan buah besar adalah 40,9% dan 39,29%. Ini berarti buah kecil saat pengukuran adalah buah dengan diameter dibawah buah besar (buah hampir panen) < 40%, dan terhadap buah sedang 39%, sedangkan buah sedang terhadap buah besar adalah 95,98%, dan rata-rata prosentasi buah pada pengukuran terakhir berkisar antara 95-98 %. Ini berarti bahwa rata-rata dipengukuran terakhir buah yang diukur adalah buah yang telah berukuran maksimum karena perbedaan ukuran yang cukup kecil,






 


Gambar  4  bakal buah



 
 






Gambar 5. Buah pala strata I (a), strata II (b), strata III (c), strata I yang dibelah (d), strata  II  yang dibelah (e), dan strata III yang dibelah (f).

Perhitungan terhadap diameter buah dilakukan dan diperoleh rata-rata diameter buah dari 10 pohon berdasarkan strata per minggu selama 25 minggu. Strata III merupakan buah yang telah siap untuk dipanen.Pengukuran diameter rata-rata buah per minggu dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1.  Hasil pengukuran rata-rata diameter buah pala per minggu.


STRATA BUAH
Diameter buah/minggu (mm)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
I
17,6
20,3
23,1
26
28,5
30,3
32,6
35
36,5
38,4
40
41
II
43
43,5
44,8
45
45,1
45,6
46
46,3
46,9
47,2
47,4
47,4
III
44,8
45,5
47,6
48
48,2
48,3
48,4
48,4
48,4
48,4
48,4
48,4


STRATA BUAH
Diameter buah/minggu (mm)


13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
I
41,9
42,5
43
43,7
44,5
45,1
45,3
45,6
45,8
46
46,2
46,3
46,4
II
47,5
47,5
47,5
47,5
47,5
47,5
47,5
47,5
47,5
47,5
47,5
47,5
47,5
III
48,4
48,4
48,4
48,4
48,4
48,4
48,4
48,4
48,4
48,4
48,4
48,4
48,4
  
Keterangan : warnah hijau  = buah yang sudah terbelah (merekah)


Data penelitian menunjukkan bahwa strata I dari minggu pertama hingga minggu ke-23 mengalami perubahan diameter hingga 0,2 mm. Sedangkan pada minggu ke-23 sampai minggu ke-25, perubahan diameter berkisar di 0,1 mm. Hal ini menunjukkan strata I dari tiap pohon memasuki fase tetap (buah tidak lagi berkembang). Buah pada strata II mulai memasuki masa panen pada minggu ke­10 dengan tingkat =mica. sebesar 3% dan pada minggu ke-23 hampir mencapai 50%. Sedangkan buah pada strata III memasuki panen pada minggu ke-4 dengan tingkat merekah sebesar 2% dan pada minggu ke-13 tingkat merekah lebih dari 50%.
Dalam pengukuran diameter buah pala berdasarkan pengamatan, sering terjadi perubahan diameter yang begitu signifikan per minggunya. Perbedaan hasil diameter dan umur masak dari setiap buah pala yang diukur diduga disebabkan karena pengarah faktor lingkungan seperti dapat dilihat pada grafik di bawah ini (Gambar 7).



 




Gambar 6. Kurva pertumbuhan diameter buah pala.

Dari kurva pertumbuhan diamater buah terlihat bahwa pertumbuhan buah pala hingga minggu ke I5 merupakan pertumbuhan bersifat linier (pertumbuhan cepat), selanjutnya mencapai maksimum pada minggu 20, dan diameter tidak bertambah hingga buah panen pada minggu ke 40. Perlu dijelaskan bahwa pengukuran buah yang dilakukan terjadi pertama kali diperkirakan pada umur buah sudah 6-8 minggu.









Gambar 7. Kurva pertumbuhan diameter buah pala Stara II

Dari kurva pertumbuhan diamater buah terlihat bahwa pertumbuhan buah pala hingga minggu ke 9 merupakan pertumbuhan bersifat linier (pertumbuhan cepat), selanjutnya mencapai maksimum pada minggu 10, dan diameter tidak bertambah hingga buah panen pada minggu ke 25. Perlu dijelaskan bahwa pengukuran buah starata II yang dilakukan terjadi pertama kali diperkirakan pada umur buah sudah 22-23 minggu.


Gambar 8. Kurva pertumbuhan diameter buah pala Stara III

Dari kurva pertumbuhan dibuat persamaan hubungan antara waktu pengamatan dengan perkembangan diamater buah. Dari hasil analisis terlihat model hubungan adalah hubungan kuadratik, dengan persamaan Y = 0.0685 + 47.19, dengan nilai R2 = 0.3099. Dengan mengikuti persamaan ini maka nilai ukuran maksimum diameter tercapai pada minggu ke 23 yaitu 48,4 mm.
            Dari seluruh pengukuran diameter buah selama penelitian jika digabungkan maka terlihat kurva pertumbuhan buah pala mengikuti pola kuva sigmoid (kurva pertumbuhan tanaman) (gambar ).



Gambar 9 . kurva pertumbuhan diameter buah pala selama penelitian

D. Proses Pertumbuhan dan Perkembangan Buah

Pembentukan bakal bunga (primordia) sampai menjadi bunga pala membutuhkan waktu 1 Minggu, dan dari bunga hingga bunga mekar membutuhkan waktu 7-8 Minggu. Sedangkan dari selesai bunga mekar menjadi buah membutuhkan waktu kurang lebih 1-2 Minggu.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan petani disampaikan bahwa umur buah pala saat menjadi buah sampai panen memakan waktu sekitar 9-10 bulan. Disampaikan juga bahwa faktor lingkungan diduga turut mempengaruhi pertumbuhan buah meliputi kelembaban, suhu, curah hujan, dan intensitas cahaya matahari. Kelembaban dan curah hujan tinggi dapat mengganggu proses metabolisme dalam tubuh tanaman.
Menurut Kristanto (2003), curah hujan tinggi menyebabkan kelembaban tinggi dan suhu rendah sehingga mempengaruhi pertumbuhan buah. Selama pertumbuhannya buah memerlukan asupan nutrisi yang cukup sehingga dapat menghasilkan buah yang bagus. Pertumbuhan buah juga memerlukan intensitas cahaya penuh yaitu 70-80% (Kristanto, 2003)
E.    Waktu Panen


Waktu penen buah pala di Kecamatan Amahai biasanya tiga kali dalam setahun, yakni pada bulan April-Mei, Juni-Juli, dan September-Oktober. Dari hasil wawancara ada sebagian petani panen buah pala hanya dua kali dalam setahun yang disebut dengan panen musim Barat dan panen musim Timur.


 



Gambar 10. Buah pala yang siap di panen



V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambi kesimpulan sebagai berikut :
1.      Waktu berbunga tanaman pala di Kecamatan Amahai desa Amahai adalah bulan Maret-April dan pada bulan Desember-Januari serta September. Pembentukan bunga terbanyak terjadi pada bulan Maret-April.
2.      Proses pembungaan dari saat terlihat bakal bunga (primordia) hingga mekar yaitu 7-8 Minggu. Sedangkan dari selesai bunga mekar menjadi buah membutuhkan waktu kurang lebih 1-2 Minggu.
3.      Dari hasil pengamatan terlihat bahwa pada setiap pohon pala terdapat buah pala dengan beberapa ukun buah (strata).  Ini disebabkan dalam setahun terjadi pembungaan dan pembuahan sebanyak tiga kali, dan pertumbuhan dan perkembangan  buah hingga panen yang cukup lama. 
4.      Waktu penen buah pala di desa Amahai oleh petani biasanya tiga kali dalam setahun, yakni pada bulan Desember:Januari, Mei-Juni, dan September- November. Dari hasil pengamatan perkembangan buah pala, panen yang lebih tepat sebaiknya pada bulan Februari-Maret, Juni-Juli; dan November-Desember.



5.2 Saran


Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan diatas, maka saran yang dapat penulis sampaikan pada kesempatan ini adalah sebagai berikut :
1.    Ada baiknya penelitian seperti ini khususnya penelitian terhadap komoditi pala lebih ditingkatkan, agar masyarakat petani pala lebih memahami perilaku-perilaku atau pertumbuhan dan perkembangan buah pala sehingga potensi ini dapat menjadi hasil primadona bagi daerah Maluku khusunya bagi peningkatan taraf hidup masyarakat Maluku.
2.       Bila terdapat keinginan dari pembaca untuk melakukan penelitian tentang komoditi pala, maka ada baiknya melakukan penelitian terhadap system pembudidayaan, karena dari hasil wawancara penulis dengan beberapa petani disampaikan bahwa kendala utama dalam pembudidayaan pala terletak pada pemilihan jenis bibit yang baik sehingga biasanya hanya sebagian kecil yang bisa menghasilkan buah.




DAFTAR PUSTAKA

Amos dan W. Purwanto. 2002. Hard Candy dengan Flavor dari Minyak Pala. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol 4(5):1-6.
Bank Indonesia. 2004.

Bustaman, S. 2008. Prospek Pengembangan Minyak Pala Banda sebagai Komoditas Ekspor Maluku. Artikel Jurnal Litbang Pertanian.

Departemen Pertanian. 1986. Pala dan Pengolahannya. Irian Jaya: Bagian Proyek Informasi Pertanian. Direktorat Jenderal Perkebunan. 2006. Statistik Perkebunan Indonesia. Jakarta:

Hadad, H.M. 2001. Perbaikan Budidaya dan Mutu Hasil Tanaman Pala (Myristica fragrans Houtt). Bogor: Balai Penelitian Rempah dan Obat.

Librianto, B.Y. 2004. Ekstraksi oleoresin pala (Myristica fragrans Houtt) dari ampas penyulingan minyak pala menggunakan pelarut organic. Skripsi Fateta. IPB.

Marcelle, G.B. 1975. Production, handling and processing of nutmeg and mace and their utility uses. Corporate Document Repository. FAO of UN.

Nurdjannah, N., Risfaheri, T. Hidayat dan S. Yuliani. 2000. Peningkatan Mutu Lada dan Diversifikasi Produk Pala. Laporan Kerjasama antara Balitro dan BPPT.

Rismunandar. 1990. Budidaya dan Tataniaga Pala. Jakarta: Penebar Swadaya.
Rudglev, R. (1998). Nutmeg. The Encyclopedia of Psychoactive Substances.

Somaatmadja, D. 1984. Penelitian dan Pengembangan Pala dan Fuli. Bogor: BBIHP.

Sulaiman, M.I., A. Anhar dan Mustafa. 1998. Daging Buah Pala (Myristica fragrans Houtt) sebagai Alternative Baru Bahan Baku Pembuatan Asam Cuka secara Fermentasi. NAD : Fak. Pertanian Universitas Syah Kuala.

Suryaningsih, I. 1989. Mempelajari Proses Pembuatan Cider Pala (Myristica fragrance Hout). Bogor : Fateta IPB.

Susanti, L. 2004. Pembuatan Minuman Instan Pala (Myristica fragrans Houtt) dengan Menggunakan Alat Pengering Semprot. Bogor : Fateta IPB.

No comments:

Post a Comment

Sampaikan Komentar Anda