Thursday, February 1, 2018

Profil Kecamatan Elpaputih Seram Bagian Barat Maluku


Profil Kecamatan Elpaputih Seram Bagian Barat Maluku diambil dari referensi Kecamatan Elpaputih dalam angka tahun 2016 pada BPS Kab Seram Bagian Barat.
Kecamatan Elpaputih mulai berdiri pada tahun 2010. Kecamatan Elpaputih terbagi menjadi 7 desa dengan keberadaan 3 desa di pesisir pantai dan 4 desa lainnya di pegunungan. Menurut data yang ada sudah ada 4 camat yang menjabat di Kecamatan Elpaputih, Camat pertama yaitu L. Ruspana B.A., kedua menjabat Onisimus Tuhenay, S.E., ketiga menjabat Drs. Paulus Charles Pical, M.Si., dan sekarang menjabat adalah S. Laam Ena, S. E.


1.1. Letak dan Batas Wilayah
Wilayah   Kecamatan Elpaputih berada pada Wilayah Pulau Seram, dimana pada bagian Utara berbatasan dengan Kecamatan Taniwel Timur, sebelah Selatan berbatasan dengan Amalatu, dan Laut Banda, sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Maluku Tengah, dan sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Inamosol.
1.2. Luas dan Jarak
Desa yang memiliki luas wilayah terbesar di Kecamatan Elpaputih adalah Desa Ahiolo Abio sebesar 67,15 Km2r dan terkecil adalah Desa Huku Kecil 32,56 Km2.


1.3. Iklim
Pada tahun 2016, temperatur rata-rata secara umum di Kabupaten Seram Bagian Barat 27,230C, dimana temperatur maksimum rata-rata 32,20C dan temperatur minimum rata-rata 23,390C. Jumlah curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Oktober sebesar 348,6 mm, sedangkan jumlah hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Mei sebanyak 27 hari. Ratarata curah hujan dan hari hujan pada tahun 2016 masing-masing sebesar 167 mm dan 19 hari.

1.4. Kependudukan
Sumber utama data kependudukan adalah sensus penduduk yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Sensus penduduk telah dilaksanakan sebanyak enam kali sejak Indonesia merdeka, yaitu tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010.
Di dalam sensus penduduk, pencacahan dilakukan terhadap seluruh penduduk yang berdomisili di wilayah teritorial Indonesia terma suk warga negara asing kecuali anggota Korps diplomatik negara sahabat beserta keluarganya.
Metode pengump ulan data dalam sensus dilakukan dengan wawancara antara petugas sensus dengan responden dan juga melalui e-census. Pencatatan penduduk menggunakan konsep usual residence, yaitu konsep di mana penduduk biasa bertempat tinggal. Bagi penduduk yang bertempat tinggal tetap dicacah di mana mereka biasa tinggal, sedangkan untuk penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap dicacah di tempat di mana mereka ditemukan petugas sensus pada malam ‘Hari
Sensus’. Termasuk penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap adalah tuna wisma, awak kapal berbendera Indonesia, penghuni perahu/rumah apung, masyarakat terpencil/ terasing, dan pengungsi. Bagi mereka yang mempunyai tempat tinggal tetap dan sedang bepergian ke luar wilayah lebih dari enam bulan, tidak dicacah di tempat tinggalnya, tetapi dicacah di tempat tujuannya. Untuk tahun yang tidak dilaksanakan sensus penduduk, data kependudukan diperoleh dari hasil proyeksi penduduk. Proyeksi penduduk merupakan suatu perhitungan ilmiah yang didasarkan pada asumsi dari komponen­komponen perubahan penduduk, yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi. Proyeksi penduduk Indonesia 2010–2035 menggunakan data dasar penduduk hasil SP2010.
2. Penduduk Kecamatan Elpaputih adalah semua orang yang berdomisili di wilayah teritorial Kecamatan Elpaputih selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan menetap.
3.        Kepadatan penduduk adalah rasio banyaknya penduduk per kilometer persegi.
4.        Rasio jenis kelamin adalah
perbandingan antara penduduk laki­laki dan penduduk perempuan di Kabupaten Seram Bagian Barat dan waktu tertentu. Biasanya dinyatakan dengan banyaknya penduduk laki-laki untuk 100 penduduk perempuan.

1.5 Kependudukan
Tercatat bahwa jumlah penduduk di Kecamatan Elpaputih tahun 2016 ialah sebanyak 1.494 jiwa. Rasio jenis kelamin sebesar 124 berarti setiap 100 jiwa penduduk perempuan terdapat 124 jiwa penduduk laki-laki.
Desa Elpaputih memiliki jumlah penduduk terbesar yaitu 710 jiwa dengan rasio jenis kelamin sebesar 123. Desa dengan penduduk terkecil yaitu desa Watui sebanyak 11 jiwa, denga n rasio jenis kelamin sebesar 120.
1.6.  Pendidikan
Banyaknya sarana pendidikan di kecamatan Elpaputih sampai dengan
un 2015, tercatat sebanyak 5 buah Sekolah Dasar (SD), 3 buah Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 1 buah Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK). Sementara itu, rasio jumlah murid terhadap guru untuk tingkat SD sebesar 9, yang berarti rata-rata satu orang guru bertanggung jawab terhadap pendidikan 9 orang anak muridnya. Untuk SMP sebesar 7, sedangkan untuk SMA/SMK sebesar 12.
1.7.  Kesehatan dan Keluarga Ber e nc ana 4.2.1 Kesehatan
Pembangunan yang dilakukan pemerintah pada hakekatnya bertujuan agar masyarakat m encapai kesejahteraan. Salah satu cara untuk mencapai kesejahteraan rakyat dengan memberikan hak untuk hidup sehat. Untuk
memberikan hak tersebut maka pemerintah harus menyediakan fasilitas kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat. Dalam rangka tercapainya tujuan tersebut, maka didalam pembangunan Sektor Kesehatan di Kecamatan Elpaputih dari tahun ke tahun, diarahkan kepada perbaikan dan peningkatan berbagai sarana dan
prasarana         fasilitas kesehatan, baik
kuantitas maupun kualitasnya sesuai dengan perkembangan kebutuhan, di antaranya seperti : Rumah Sakit/Bersalin, Balai Pengobatan, Puskesmas dan Puskesmas Pembantu, Tenaga Dokter, Tenaga Paramedis dan sebagainya.
Tahun 2016, Kecamatan Elpaputih memiliki 1 buah Puskesmas dan 1 buah Puskesmas Pembantu. Tenaga kesehatan di Kecamatan Elpaputih pada tahun 2016 terdiri dari 3 orang perawat. Rasio antara jumlah penduduk terhadap tenaga kesehatan sebesar 498 artinya satu tenaga kesehatan mempunyai beban tanggung jawab untuk merawat 498 penduduk.
1.8. Keluarga Berencana
Program Keluarga Berencan a (KB) yang dicanangkan pemerintah,
merupakan salah satu upaya mengendalikan angka kelahiran di antaranya melalui penggunaan alat kontrasepsi secara teratur dan berkesinambungan. Dalam pencapaian akseptor aktif maupun akseptor baru, pencapaian per mix kontrasepsi terbanyak untuk tahun 2016, yaitu suntik dan IMP.

1.9. Tanaman Hortikultura
Produksi sayur-sayuran di Kecamatan Elpaputih selama tahun 2016 seperti tercatat sebanyak 1.456,9 ton dengan rata-rata produksi 8,6 ton/ha.
1.10. Peternakan
Populasi ternak di Kecamatan Elpaputih selama tahun 2016 ialah tercatat Sapi ada sebanyak 842 ekor, kambing 84 ekor dan babi 94 ekor. Sedangkan untuk populasi unggas tercatat bahwa terdapat 4.336 ekor ayam buras.
1.11. Perkebunan
Perkebunan di Kecamatan Elpaputih hanya beberapa komoditi diantaranya Kelapa dengan luas area tanaman 1.206 Ha, Cengkih dengan luas area tanaman 787 Ha, serta Pala, Coklat, dan Sagu masing-masing memiliki luas area tanaman sebesar 259, 5402, dan 300 Ha.
1.12 Perikanan
Selama tahun 2016, banyaknya Nelayan Ikan di Kecamatan Elpaputih yaitu 569 orang, dengan Nilai Produksi berjumlah Rp 499.840.000 yaitu dari perikanan laut (tangkap).
1.13. Transportasi
Peranan sektor Transportasi dan Komunikasi sangat penting dalam pembangunan, karena merupakan penunjang untuk kelancaran pembangunan sektor­sektor lainnya. Dari 7 desa yang berada di Kecamatan Elpaputih, 3 desa merupakan pecahan dari Kabupaten Maluku Tengah yaitu desa Elpaputih, Wasia dan Sanahu yang merupakan desa pesisir. Sedangkan 4 desa lainnya yaitu Sumeith Pasinaro, Ahiolo, Watui dan Huku Kecil merupakan desa yang letaknya di wilayah pegunungan

1.14. Pariwisata
Sektor   Kepariwisataan          di
Kecamatan Elpaputih hingga tahun 2016 memiliki 3 obyek wisata yakni Pantai Elpaputih yang merupakan tempat wisata jenis pantai, Meriam Nusantara sebagai wisata budaya dan Air Panas Waikocua sebagai tempat wisata jenis alam. Ketiga tempat wisata tersebut terletak di Desa Elpaputih dan Desa Sanahu.
1.15. Perhotelan
Data mengenai penginapan di Kecamatan Elpaputih tahun 2016 belum tersedia dan data mengenai penginapan tahun sebelumnya (tahun 2015),
menyebutkan bahwa Kecamatan Elpaputih belum memiliki penginapan. Kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Barat yang memiliki jarak paling dekat dengan Kecamatan Elpaputih dan memiliki penginapan adalah Kecamatan Kairatu. Berdasarkan data mengenai penginapan tahun 2015, terdapat 6 penginapan di Kecamatan Kairatu dengan jumlah kamar 85 buah dan 108 tempat tidur dengan tarif per hari yang bervariasi antara Rp 65.000 hingga Rp 230.000


Sumber : Data BPS

No comments:

Post a Comment

Sampaikan Komentar Anda