Tuesday, August 2, 2016

Sedikit Cerita Masyarakat Katapang Tentang Pulau Kassa Seram Barat Maluku

Pulau Kassa Merupakan salah satu pulau tidak berpenghuni di kabupaten seram bagian barat. Ada sedikit cerita tentang pulau kassa yang telah diceritakan turun-temurun oleh masyarakat Desa Katapang. adapun cerita tersebeut sebagai berikut :

1. Nama : Pulau Kassa
Kanapa pulau tersebut di beri nama pulau kassa adalah karena bentuknya yang menyerupai satu buah kaccang tanah. karena bentuknhya yang menyerupai kacang tanah sehingga masyarakat katapang menyebutnya dengan nama pulau kacang atau (kassa) dalam dialeg/bahasa buton. hingga sekarang pulau tersebut dinamakan pulau kassa. Percaya tidak percaya dengan cerita turun temurun ini, namun untuk mengobati rasa penasaran akhirnya penulis menggunjungi mbah google untuk mengkonfirmasi bentuk pulua tersebut biar lebih jelas..

2. Letak Pulau Kassa
Berdasarkan cerita orang tua-tua masyarakat katapang. lokasi pulau kassa sebenarnya atau pada awalnya bukan berada pada lokasi sekarang ini. lokasi awal pulau kassa pada awalnya paling dekat dengan daratan. menurut cerita pada jaman dahulu masyarakat yang hendak kepulau kassa bisa berjalan kaki dari pantai karena antara pantai pulau kassa dengan pantai pulau seram terhubung. sehingga hanya menunggu air laut surut masyarakat bisa berjalan ke pulau kassa. 
Lokasi awal pulau kassa bagi masysarakat katapang dikenal dengan pasir panjang. pasir panjang sendiri berada diantara negeri luhu dan kampung katapang pada saat itu. kalau sekarang berada di antara dusun hulung dengan dusun uhe. 
menurut cerita terjadi pergeseran pulau kassa karena pada jaman dahulu Pulau Kassa banyak sekali potensi ikan disana. dan paling banyak salah satu jenis ikan yang kurang disukai oleh masyarakat





karena baunya dan juga karena dagingnya yang bila diimakan menyebabkan gatal-gatal pada kepala.
Dahulu kala wilayah ini sangat indah tidak ada kontaminas dengan sampah atau bau lainya sehingga ikan yang masih di air baunya sudah kecium dari daratan.  nanmun untuk membuktikan hal ini agak sulit karena banyak dari kita tidak akan mempercayaianya. namun menurut orang tua pada zaman itu. mereka mengetahui ikan apa yang sedang bermain berkawanan di laut hanya dengna mencium baunya. 
mungkin bisa menjadi sebuah referensi ketika kita baru masuk dalam sebuah pasar ikan khusunya pasar tradisional pasti kita tidak akan tahan mencium baunya, namun ketika kita berada beberapa menit atau jam kita tidak lagi bisa mencium bau tidak sedap itu. hal ini karena hidung atau penciuman kita sudah terkontaminasi dengan bau tersebut. sama halnya dengan keadaan sekarang.
dari informasi di atas mungkin sedikit banyak kita bisa percaya bahwa keadaan alam pada zaman dahulu memang sangat beda sekali dengan kedaan sekarang sehingga kita tidak bisa membayankna dengan kondisi sekarang.
kembali kepada pulau kassa kenapa sampai bisa relokasi pada posisi sekarang. menurut cerita masyarakat katapang tempo dulu, bahwa masyarakat sering menghina pulau tersebut karena keberadaan ikan tekuku yang sangat bau sampai kecium di daratan.  karena masyarakat sering menghinga dengan mengatakan bau ikan tekuku akhirnya pulau kassa merelokasi kan diri sedikit demi sedikit sampai pada posisi serakang ini.
cerita ini sangat sulit untuk dipercayaia oleh generasi sekrang. namun sedikit pembuktian adalah pasir yang berada di pulau kassa sama persis dengan pasir yang ada di pantai pasir panjang. dan sepanjang ujung pulau seram sampai ke piru hanya pantai pasir panjang yang pasirinya sama dengan pasir yang ada di pulau kassa. panatai passir panjang hanya memiliki panjang sekitar 100-200 meter saja. dan pasirnya merupakan pasir yang serupa dengan pasir pantai pulau kassa.  ini bisa saja membuktikan bahwa cerita itu ada banarnya. 
Tapi semua itu berpulang kepada pembaca. ini hanya sekedar infomrasi cerita yang berkembang di masyarakat Desa katapang sejak dulu.
Dahulu juga sering terjadi adu kuat antara masyarakat negeri kaibobo dengan masyarakat desa katapang di pulau kassa, sehingga banyak makan korban antara keduanya. dulu masing-masing mengkalim kepemilikan atau siapa paling berhak atas pulau kassa, sehingga masing-masing mengalah untuk menjaga dengan menggunakan bersama-sama. tapi itu cerita duluh butuh penelitian untuk mengungkap kebernarnnya. 
intinya mari kita jaga pulau kassa dengan baik.. siapa saja yang ingin mengunjungi pulau kassa harap di jaga kelestariannya.

3. potensi satwa
pada jaman dahulu pulau kassa sangat kaya dengan potensi satwa. dari kasuari, rusa, burung bangau, burung pombo/merpati, tete ruga (penyu), ikan lumba-lumba, burung maleo dll. dulu satwa ini sangat banyak sehingga sering kali masyarakat kedepatan rusa yang sedang berenang dari dan ke pulau kassa. begitu juga dengan satwa lainnya.
sekarang yang tersisi hanya burung maleo, burung maleo di pulau kassa merupakan jenis yang langka dan paling baik kualitasnya. telur burung maleo di pulau  kassa lebih enak dan tidak bau. hampir sama dengan telur ayam. 
harapan kami siapa saja yang sekarang dipercaya untuk mengelola pulau kassa, harap untuk dijaga dengan baik. dikelola dengan baik agar keindahannya masi bisa dinikmati untuk generasi mendatang.

4. pantangan
bagi pengunjung yang hendak berkunjung ke pulau kassa maohon perhatikan pantangan yang sampai sekarang belum boleh di lakukan di sana. yakni makan perut ikan, artinya bila ingin makan perut ikan, mohon untuk tidak dipisahkan terlebih dahulu dari ikannya. harap di goreng, dimasak, atau dibakar bersamaan dengan ikanna. karena kalau masak terpisah dari ikan akan menjadi masalah bagi orang yang memaknnya. memang ada obantya juga di pulau kassa namun bagi orang yang mengtahui jenis pohon penangkal atau penawarnya.

5. lain-lain
ada beragam jenis obat-obatan yang bisa di temui di pulau kassa, salah satu obat yang masi di gunakan hingga sekarang adalah pohon ahebo, ahebo adalah penyakit gatal-gatal yang menyerang kulit manusia. banyak obat yang digunakan namun pohon ahebo dari pulau kassa perlu di coba. karena banyak yang seudah sembung dengan obat tersebut.

demikian sumbangan saya. moga menjadi referensi bagi kita sekalin.

No comments:

Post a Comment

Sampaikan Komentar Anda