Saturday, February 3, 2018

ANTARA CITA-CITA DAN CINTA 13

Waktu itupun tiba, hari ini adalah hari pengumuman kelulusan, bagi SMA Qeela, selain itu hari ini juga merupakan hari pengambilan atau penentuan keputusan antara Cita-Cita dan Cinta qeela, cita-
cita dan mimpinya yang sejak lama ia benamkan dalam tekat yang kuar itu, harus pupus karena ketidak berdayaan mereka. 

Sejak pagi Qeela telah bersiap, pagi itu air matanya selalu menetes, harapannya yang begitu besar untuk menjadi seorang dokter harus ia simpan untuk anaknya kelak. Dalam sujudnya dia tidak lupa memohon agar Allah SWT selalu melindungi dan memberikan ketabahan padanya. Bedak yang menempel di wajahnya selalu terhapuskan oleh air matanya yang sejak semalam belum mengering. Air mata itu belum juga hilang. 

Sebuah pilihan yang tidak ada pilihan bagi qeela, Antara Cita-Cita dan Cinta, itulah pilhan baginya hari ini, tapi dia tidak bisa memilih karena memang tidak ada yang harus dipilih. Dia tidak bisa memilih untuk cita-citanya karena memang sudah tidak lagi ada jalan ke sana. satu-satunya pilihan adalah menerima pinangan ahkam. Apa yang hars saya lakukan, semoga ini adalah pilihan terbaik dari Allah SWT untuk masa depanku, gumam qeela sambil membersihkan air mata yang selalu saja menetes. Hari ini begitu berat baginya, semua langkahnya terasa kaku, kakinya sangat berat untuk diayunkan, memang sebuah hari yang sangat berat.





Qeela kemudian pamit kepada ibunya untuk ke sekolah, qeela duluan ke sekolah ya ma. pamit qeela pada ibunya. Qeela pingin segera sampai di sekolah, mungkin di sekolah hatinya akan lebih tenang menerima takdir Ilahi. Kedua sabahab saya juga mungkin sekarang sudah dalam perjalanan. 

Sesampainya di sekolah, qeela dipanggil menghadap kepala sekolah, semua dewan guru telah menunggunya dan memberikan selamat padanya. memang di sekolah qeela dikenal sebagai siswi yang cerdas dan berperingkat. Setiap guru yang menemui qeela semua bersalaman dan memberikan ucapan selamat. Qeela semakin sedih menerima ucapan ini, wajahnya tersenyum namun hatinya bagai dibakar api yang sangat panas. "Qeela, semua guru memberi selamat padamu, selamat menempuh hidup baru qeela" gumam qeela yang lagi-lagi membuat air matanya menetes.

Memasuki ruang kepada sekolah, qeela memberi salam dan melihat ibu Kepala sekolah dan seorang ibu yang menggunakan pakaian dinas PNS lengkap, mungkin guru baru sekolah ini gumam qeela. "ini bu ini Qeela" ibu kepala sekolah memperkenalkan qeela pada ibu itu yang ternyata Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Daerah Provinsi. Tujuan KADIS kesehatan tersbut adalah untuk mencari lulusan terbaik dengan nilai ipa atau biologi tertinggi untuk diberikan beasiswa kedokteran dan kelak akan menjadi salah satu dokter di rumah sakit daerah. 

Kepala sekolah memperkenalkan qeela pada ibu KADIS.

Kepsek  : Qeela, Kenalkan ini Ibu Lisa Kepala Dinas Kesehatan Provinsi
                 Beliau ke sekolah kita keranamembawa maksud yang mulia, tahun ini Pemerintah Daerah
                 Memberikan Kesempatan kepada putra putri terbaik untuk diberikan beasiswa pendidikan
                 lanjutan. Beliau datang ke sini untuk mencari siswa atau siswi yang memiliki tinggi dan
                 lebih spesifik nilai pada bidang IPA.
Kadis    :  Iya de, ibu ke sini untuk mencari siswa untuk kami berikan beasiswa kedokteran.untuk
                kedepan setelah lulus bisa mengabdi di daerah.


Qeela kaget bukan main, airmatanya menetes pelan, namun dia belum tahu apakah dia satu-satunya siswa yang dipanggil atau masih ada rekan lain yang akan bersaing dengannya mendapat beasiswa itu. Qeela gemetar mendengar penyampaian dari Kepala Sekolah dan Ibu Kadis.

Kepsek  :  Makanya ibu panggil qeela ke sini, karena dari semua siswa qeela yang lebih pantas
                untuk menerima ini. Nilai terbaik untuk lulusan kali ini adalah qeela dan nilai tertinggi di
                kelas IPA adalah qeela juga, jadi ibu langsung memilih qeela.

Kini air mata qeela tidak bisa lagi di tahan, qeela menangis sejadi-jadinya, qeela bangkit dari duduknya lalu sujud syukur kepada Allah SWT kemudian bangkit dan tanpa malu bersalaman serta menangis dipelukan Ibu Kadis dan juga Ibu kepala sekolah. qeela begitu gembira dia begitu senang dan akhirnya impiannya itu akan menjadi kenyataan sebentar lagi.
Merasa agak aneh dan berlebihan tingkah qeela, kedua ibu tersebut lalu bertanya kepada qeela kenapa dia begitu senang dan gembira seperti itu..

Qeela kemudian menceritakan apa yang ia dan ibunya alami di bank, sampai ibu Kepsek dan Ibu Kadispun ikut menangis bersama qeela. lalu kepalah sekolah meminta agar Ibu qeela dipanggil sebentar di kantor beliau.

Sampainya ibu qeela, disambut haru dan tangisan qeela, kepsek lalu menyampaikan maksud dipanggilnya ibu qeela ke kantor, Ibu qeela juga ikut terharu dan menangis, mereka sudah putus asa namun Allah SWT memberikan jalannya. qella begitu senang. qeela tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya.

Ibu Kepala sekolah kemudian mempersilahkan Ibu Kadis agar dapat bersama mereka ke aula untuk memulai acara pengumuman kelulusan. akhirnya mereka bertiga bergegas ka ruang aula sekolah. kecuali qeela yang harus beradaptasi dengan siswa lainnya. Hati qeela begitu riang dan gembira, airmatanya tidak berhenti menetes karena haru, begitu juga ibu qeela yang bagitu senang dan bangga kepada putrinys.

Dari jauh, Ahkam dan zanit sedang memandang qeela, mereka melihat sahabat mereka itu, begitu riang dan gembira. Qeela tidak terlihat seperti hari kemarin yang penuh dengan kesedihan dan kepedihan, hari ini sangat cerah wajahnya begitu bersuka cita. ada apa dengan qeela hari ini, gumam ahkan dan zani

"La kamu kenapa" kata zanit sambil menahan tangisnya qeela mengajak kedua sahabtanya untuk mendengarnya langsung di aula. lalu ahkam dan zanit mendengar sambutan kepala sekolah, oh jadi inilah yang membuat sahabat mereka gembira hari ini, zanit[un ikut bahagia bersama qeela dan berdua menangis haru. berbeda dengan sahabatnya ahkam sedikit bingung, entah apa yang seharusnya iya lakukan. dilain sisi iya amat gembira atas prestasi kekasihnya namun dilain sisi iya sedikit hancur atas rencana pernikahannya.

setelah hari itu ahkam dan qeela sama-sama bingung entah langkah seperti apa yang harus dijalani mereka berdua, akhirnya qeela memberikan kesempatan kepada ahkam untuk menunggunya selama satu semester berjalan. ahkam pun setuju dengan pilihan qeela, setelah berdiskusi dengan orang tuanya.


BACA JUGA :

Antara Cita-Cita dan Cinta Bagian  Mukadimah
Antara Cita-Cita dan Cinta Bagian  Satu
Antara Cita-Cita dan Cinta Bagian  Dua
Antara Cita-Cita dan Cinta Bagian  Tiga
Antara Cita-Cita dan Cinta Bagian  Empat
Antara Cita-Cita dan Cinta Bagian  Lima
Antara Cita-Cita dan Cinta Bagian  Enam
Antara Cita-Cita dan Cinta Bagian  Tujuh
Antara Cita-Cita dan Cinta Bagian  Delapan
Antara Cita-cita dan cinta Bagian  Sembilan
Antara Cita-cita dan cinta Bagian  Sepuluh
Antara Cita-cita dan cinta Bagian  Sebelas
Antara Cita-cita dan cinta Bagian  Duabelas
Antara Cita-cita dan cinta Bagian  Tiga belas
Antara Cita-cita dan cinta Bagian  Akhir


No comments:

Post a Comment

Sampaikan Komentar Anda